Quis custodiet ipsos custodes?

Quis custodiet ipsos custodes?

Beberapa waktu ini saya lagi keranjingan baca tulisan-tulisan fiksi, berharap ada beberapa yang nyangkut dalam jumlah besar. Siapa tau sebentar lagi tulisan fiksi saya juga muncul, hehehe. Pas baca Digital Fortress-nya Brown, ada satu peribahasa kuno yang sangat sesuai untuk menggambarkan kerusakan peradaban yang dibangun barat selama ini

Quis custodiet ipsos custodes?
Siapa yang mengawasi sang pengawas?

Begitulah ironi dalam sistem demokrasi. Pemerintah menganggap dirinya sebagai pengawas, pengatur, penghukum dan lain-lainnya. Negara selalu benar, karena hukum dibuat oleh negara untuk melindungi rakyat karena negara adalah representasi dari rakyat. Paling tidak itu teorinya.Namun kita tahu bahwa dalam sistem demokrasi yang dikembangkan sejak awal oleh yunani, berlaku ungkapan ‘power tends to corrupt’ – kekuasaan cenderung menghasilkan penyimpangan. Dan tentunya ‘absolute power means absolute corrupt’ – kekuasaan mutlak memastikan penyimpangan.

Nah, masalahnya, ketika negara melakukan penyimpangan maka siapa yang akan meluruskannya? Karena begara adalah lembaga tertinggi. Dengan kata lain, sebagai badan yang dapat membuat hukum, memelintirkan hukum dan mengelabui hukum, negara bisa berbuat seenaknya.

Coba lihat cacat lahir demokrasi. Rakyat diawasi oleh penegak hukum. Penegak hukum diawasi oleh badan yudikatif. Yudikatif diawasi oleh Presiden. Presiden diawasi oleh MPR. MPR diawasi oleh Rakyat. Sedangkan MPR dan Presiden diawasi oleh Rakyat dan Presiden menguasai Penegak Hukum dan Yudikatif yang mengawasi Rakyat. Sementara itu Penegak Hukum bisa juga mengawasi MPR dan Yudikatif. Bingung?!

Seharusnya begitu. Dan saya belum sampai pada pembahasan komisi-komisi dan segala tetek bengek yang lain. Dan saya belum juga membicarakan kekuasaan absolut sekelompok orang atas legislatif,yudikatif dan eksekutif di Indonesia.

Itulah cacat lahir demokrasi. Siapa yang mengawasi sang pengawas?

Islam tidak mengenal itu. Karena hukum Islam datang langsung dari Allah dalam Al-Qur’an dan contoh sempurna nabi-Nya. Ia tak akan bisa dirubah, karena setiap orang mengetahuinya. Setiap individu bertanggung jawab kepada Allah dan sistem komandonya pun jelas.

Seorang Khalifah adalah penggembala yang mengawasi setiap jalannya sistem Islam. Dan Khalifah bertanggung jawab pada Allah semata. Allah mengawasinya melalui keimanan kuat yang tak tergoyahkan

Felix Siauw – Yang Diawasi oleh-Nya
follow @felixsiauw

Leave a Reply