Felix on Pilpres 2009

Felix on Pilpres 2009

MENIMBANG: BAHWA MENGANGKAT PEMIMPIN ADALAH WAJIB DALAM PANDANGAN ISLAM

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya),
dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya
(TQS an Nisaa [4] : 59)

MENGINGAT: BAHWA PEMIMPIN YANG DIANGKAT MEMILIKI KETENTUAN

a. Tidak Kafir:
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali
(TQS ali-Imraan [3]: 28)

b. Meneruskan cara kepemimpinan nabi yaitu menerapkan al-Qur’an dan as-Sunnah
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya),
dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya),
jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya
(TQS an Nisaa [4] : 59)

“Dulu Bani Israil diurus urusannya oleh para Nabi.
Setiap kali seorang Nabi meninggal, Nabi yang lain menggantikannya.
Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, yang berjumlah banyak”
Para sahabat bertanya “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?”
Nabi saw. Bersabda: “Penuhilah baiat yang pertama saja dan hanya yang pertama (satu khalifah),
dan berikanlah kepada mereka hak mereka.
Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa saja yang mereka urus”
(HR. Bukhari)

c. Pemimpin ini adalah Khalifah yang satu untuk seluruh muslim di dunia
Jika dibai’at dua orang Khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.”
(HR. Muslim)

MEMUTUSKAN
Bahwa dengan pertanggungjawaban penuh terhadap pilihan ini terhadap Allah, dan berjanji akan menegakkan kepemimpinan yang dimaksud dalam hadits diatas sepenuh jiwa dan harta, maka saya tidak akan memilih siapapun dalam pilpres 2009

alasan untuk tidak memilih:

1. Siapapun yang terpilih nanti tidak akan menghilangkan kewajiban mengangkat pemimpin (nashbul Imam) karena yang dimaksud dalam dalil-dalil mengangkat pemimpin adalah pemimpin kaum muslim yang menerapkan qur’an-sunnah, bukan yang tidak menerapkannya, bahkan bicara saja belum berani.
Artinya, walaupun setelah 8 juli nanti ada pemimpin yang terpilih, maka ummat Islam semuanya tetap berdosa, karena kita belum membatalkan kewajiban memilih pemimpin

2. Calon-calon yang sekarang menetapkan akan memakai sistem sekulerisme, yang itu adalah kebodohan dalam pandangan Rasulullah:

Diriwayatkan dari Jabr bin Abdillah ra dari Nabi saw sesungguhnya beliau bersabda kepada Ka’ab bin Ajrah, “Semoga Alah menjauhkan kamu dari pemimpin yang bodoh.”

Ka’ab bertanya, “Siapakah pemimpin yang tolol/bodoh itu, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Yaitu para pemimpin sesudahku yang tidak mau memberi petunjuk seperti petunjukku, tidak pula mau menerapkan syariat (peraturan, undang-undang) seperti ajaranku. Barangsiapa membenarkan perilaku pemimpin tersebut dengan segala kebohongannya dan membantu segala perilaku zhalimnya, maka mereka bukan termasuk ummatku dan aku terbebas dari mereka. Mereka tidak akan pernah mencicipi telagaku (di surga). Sebaliknya, barangsiapa tidak membenarkan segala kebohongan yang diperbuat pemimpin tersebut dan tidak pula membantu perilaku zhalimnya, maka mereka termasuk ummatku dan akupun meridhainya. Mereka akan minum air telagaku (di surga)”
(HR. Ahmad)

3. Pilpres justru akan menimbulkan perpecahan diantara kaum muslim, dan sudah sangat jelas sebagai suatu hal yang sangat melalaikan dalam perjuangan kaum muslim, sehingga lebih baik kita ber-istiqamah dalam perjuangan Islam.

4. semua dalil sudah ada dengan jelas diatas, semoga Allah menunjukkan kebaikan pada kaum muslim

maka: PERUBAHAN BESAR hanya dapat terjadi dengan penerapan sistem Islam, dan penerapan Islam dengan Khilafah Islam LEBIH CEPAT LEBIH BAIK, maka berjuanglah secara serius untuk LANJUTKAN kehidupan Islam!

akhukum fillah, al-faqir ila Allah

@felixsiauw

Leave a Reply