Differensiasi; Untuk Hidup Lebih Berharga!

Differensiasi; Untuk Hidup Lebih Berharga!

Alhamdulillah, setelah berbulan-bulan lamanya vakum dari publish tulisan di dunia maya, kali ini bisa produktif lagi untuk menulis di dunia maya. Bukan karena saya lupa cara menulis, bukan juga karena males dan inkonsisten, hanya saja harus berkonsentrasi pada buku kedua saya yang di-deadline harus nongol pertengahan 2011 ini hehehe.. (alasan lagi).

Belakangan ini saya terkena penyakit yang saya takutkan dan peringatkan sendiri dalam materi ‘Life is Choice’ saya, nggak fokus. Semuanya pengen. Nulis mau, presentasi mau, menginspirasi mau, tapi nggak sadar kalo anak dah ada 2, hampir mau 3, berikut ummi-nya yang ngekorin kalo lagi ada di rumah heheh..

Memang sudah jadi fitrah manusia kalo pengen semuanya. Saya pribadi tertarik pada bidang ilmu yang sangat luas. Saya tertarik pada seni menginspirasi dalam dakwah, juga pada desain dan grafis, sebagaimana saya tertarik pada menulis dan fotografi, saya juga tertarik pada teknik terapan praktis dan pada senjata, sebagaimana tergila-gilanya saya pada sejarah dan sastra.

Tapi itulah, kembali lagi, ‘life is a choice, and there’s only one choice at one time’, kita hanya bisa memilih satu hal dalam satu waktu, dan fokus perlu dalam apapun yang kita kerjakan. Walaupun terkadang saya menjustifikasi bahwa ulama-ulama dan tokoh Muslim pada masa lalu adalah seorang polymath, jenius dalam berbagai bidang, tapi toh tetap saja ada satu bidang yang mereka kuasai lebih daripada yang lain.

Syafi’I tetap dikenal sebagai ulama madzhab walaupun pengetahuan sainsnya tidak kalah hebatnya, Al-Biruni tetap dikenal dalam dunia kimia walaupun dalam astronomi dan sejarah serta geografi beliau juga punya kemampuan luar biasa, begitupun Ibnu Khaldun dan Imam Thabari lebih dikenal dari sisi sejarah walaupun Ibnu Khaldun juga seorangsaintis dan sosiolog dan Imam Thabari seorang penafsir Al-Qur’an.

Sama seperti kita, fokus yang kita pilih dalam keahlian kita adalah diferensiasi. Yang saya maksud bukan diferensiasi matematik seperti gambar diatas, tapi diferensiasi dalam marketing. Pertanyaannya selalu “kenapa orang harus membeli dari kita bukan dari yang lain?”, jawaban dari pertanyaan inilah yang disebut dengan diferensiasi, dan ini hasil daripada fokus.

Perkara kita ingin jadi polymath, alias jenius dalam berbagai bidang, itupun bisa, hanya saja dibutuhkan tahapan-tahapan dan prioritas, dan tetap ada satu hal yang harus kita kuasai lebih daripada yang lain. Yang menyebabkan kita muncul diantara yang lain. Mencari jarum di tumpukan jerami bukanlah sesuatu yang sulit, yang sulit adalah mencari rumput dalam tumpukan jerami.

Ala kulli hall, saya punya satu slogan yang selalu saya ucapkan dalam masalah ‘pilihan keahlian’ ini:

“Pilih satu keahlian, habiskan waktu sebagian besar untuknya, dan pastikan nggak ada yang lain yang lebih mumpuni dalam bidang itu dibanding Anda!”

Happy choosing =)

Leave a Reply