Saat Masjid Jadi Jantung Peradaban

Saat Masjid Jadi Jantung Peradaban

Mari sejenak kita terbang ke abad ke-15, saat itu Eropa masih berada di penghujung abad gelap, yang mana sebagian besar masyarakatnya masih mempercayai takhayul dan cerita bohong. Saking percayanya, mereka sanggup membakar seorang wanita atau mengubur hidup-hidup seorang lelaki hanya karena dakwaan mereka “dirasuki setan”

Pada abad ke-15 tepatnya tahun 1470, berdiri sebuah Masjid megah di tengah kota Konstantinopel yang diganti namanya menjadi Islambul (sekarang Istanbul) oleh Muhammad Al-Fatih. Kelak Masjid ini akan dikunjungi pada tahun 1540 oleh Nicolas de Nicolay, geografer istana Raja Francis I, lalu ia berkomentar:

Read More

Khilafah Itu Tidak Ada Ikhtilaf

Khilafah Itu Tidak Ada Ikhtilaf

“Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan wewenang kepada penguasa untuk menghilangkan sesuatu yang  tidak bisa dihilangkan oleh Al Quran.” (Utsman bin Affan)

Menarik bila kita mencermati penulis barat Michael H. Hart dalam bukunya “The 100 – a Ranking of Most Influential People in History”. Dalam bukunya dia menilai Nabi Muhammad dengan kalimat “he was the only man in history who was supremely succesfull on both the religious and secular level”. Dan kita bisa meihat alasan mengapa ia menempatkan Nabi Muhammad saw. dalam urutan paling atas sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah walaupun dia jumlah ummat muslim bukanlah yang paling banyak di dunia. Hart menuliskan dua alasan:

Read More

BBM Naik, Takdir dan Rezeki, Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar

BBM Naik, Takdir dan Rezeki, Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar

“jangan panik, saat BBM naik, Allah sudah mengatur rezeki pada hamba-Nya”

“tenang saja, Allah tidak akan menimpakan beban lebih daripada yang mampu kita tanggung”

Kita tentu menemui pernyataan serupa diatas, terlepas apapun maksudnya, kita coba menangkap baik sajalah. Maksudnya mungkin, kenaikan BBM ini sudah terjadi, yang berlalu ya sudah, yang penting bagaimana kita menyikapinya

Namun, sebagai seorang Muslim, kita pun khawatir ada pemahaman yang salah mengenai konsep rezeki yang dicampuradukkan pemahamannya dengan konsep dakwah, amar ma’ruf dan nahi munkar, khawatir dengan logika semisal ini ummat jadi berpikir seperti kaum fatalis jabariyyah atau murji’ah yang menganggap bahwa kemunkaran dan kedzaliman pun sudah ditakdirkan Allah

Read More

Dracula Untold; Upaya Stigmatisasi Negatif Islam

Dracula Untold; Upaya Stigmatisasi Negatif Islam

Terus terang sampai saat saya menulis artikel ini, saya sama sekali belum pernah menyaksikan film yang “Dracula: Untold” yang dirilis industri film terbesar dunia Hollywood itu. Yang jelas sebelum saya menyaksikan sebenarnya saya pun sudah mendapat kabar bahwa film tersebut akan ditayangkan pada bulan Oktober ini.

Bagi saya, Dracula punya tempat tersendiri dalam benak. Bukan karena saya fans Dracula, tapi lebih kepada secara historis, banyak sekali tokoh-tokoh yang terdistorsi, dan akhirnya berujung pada penggambaran tidak sebenarnya, termasuk Dracula yang sebenarnya punya kelindan sejarah dengan sejarah Islam.

Read More

3+4=7

3+4=7

Berapa 3+4? Tentu 7! Dan tentu semua orang yang pernah sekolah mampu menjawabnya, ini kemampuan yang sangat mendasar yang dipelajari dalam logika Matematika.

Kebenaran itu adalah suatu hal yang dapat dibuktikan, sesuatu hal yang memiliki dasar. Bila dasarnya cukup kuat dan tidak dapat dibantah, maka dengan sendirinya kebenaran itu tidak dapat dibantah.

Read More

“Siapa Pemimpin” Tidak Lebih Penting Dari “Dengan Apa Dia Memimpin”

“Siapa Pemimpin” Tidak Lebih Penting Dari “Dengan Apa Dia Memimpin”

Allah telah menurunkan agama Islam sebagai agama yang benar, sempurna dan paripurna. Mengatur segala hal termasuk di dalamnya adalah urusan kepemimpinan dan sistem kepemimpinan, tentang siapa yang layak menjadi pemimpin dan dengan apa dia harus memimpin.

Bila kita melihat di dalam Kitabullah dan Sunnah, ada beberapa syarat dan panduan bagi seseorang agar layak menjadi seorang pemimpin. Disingkat menjadi 7 syarat yaitu, Islam, laki-laki, balig, berakal, merdeka (bukan budak), adil (bukan orang fasik) serta mampu memikul tugas-tugas dan tanggung jawab kepala negara.

Read More