Asal Mula Sekulerisme Menurut Dukun (Jawa Version)

Asal Mula Sekulerisme Menurut Dukun (Jawa Version)

Alkisah. Suatu masa kira-kira di tahun 1945, di sebuah daerah di Indonesia, perjuangan menuju kemerdekaan telah mencapai puncaknya dan demo besar-besaran dilakukan untuk menentang pendudukan penjajah di Indonesia. Pasca teriakan-teriakan dapat diredakan oleh senapan Belanda, ada satu orang yang tetap berteriak, walaupun diberondong dengan peluru timah dari penjajah, ia tetap tidak tumbang. Bahkan saran menggunakan peluru emas yang sudah dijampi-jampi pun tidak mempan menembus kulit demnstran satu ini, jangankan terluka, tergores pun tidak. Habis akal, Meneer Londo akhirnya memanggil Mbah Dodol untuk menganalisis kesaktian demonstran satu ini (yang selanjutnya akan disebut INA, karena nama aslinya Iki Namaku Amirrika)

Read More

Avatar: Reflection of Capitalism Spreading Method | Imperalism!

Avatar: Reflection of Capitalism Spreading Method | Imperalism!

Kemarin barusan nonton film di notebook kesayangan, film yang udah lama disimpen di harddisk dan baru kesempetan nonton, judulnya AVATAR. Awalnya pas liat skrinsut film agak sedikit bingung, kok ada 3D segala gabung sama real. Tapi setelah selesai nonton 160 menit, ada satu hal yang saya dapat: bisa jadi film ini termasuk film paling politis selama tahun ini.

Read More

Apa Nggak Malu Kali Ya?

Beberapa waktu yang lalu, ketika ummat Islam Indonesia sedang sibuk-sibuknya memperingati maulid nabi saw. di monas, kebetulan di TV menayangkan ceramah dari seorang ‘ustadz’ dadakan. Pimpinan majelis dzikir nurussalam rupanya, sekaligus seorang pemimpin. Oya, ‘Ustadz ini juga demennya nyanyi, baru-baru ini menelurkan album kesekian, persembahan untuk bangsa katanya. Hehehe.. persembahan kok pake nyanyi terus.

Read More

Power of Perception: Reason Synthetically or Analytically

There are fifty who can reason synthetically for one who can reason analytically (Sherlock Holmes – Study in Scarlet)

Geli rasanya ketika kita melihat banyak sekali pejuang-pejuang Islam yang membenarkan tindakannya bukan mencari sesuatu yang benar, dan sepertinya ini sudah menjadi sebuah sindrom yang mewabah akibat daripada salahnya persepsi seseorang terhadap suatu masalah. Saya tidak menulis hal ini untuk dijadikan sebagai suatu pembahasan yang tak kunjung habis dengan perdebatan yang panjang, tetapi hanya sebagai nasehat yang kalau dirasa benar silahkan diterapkan dan bila salah mohon diabaikan saja.

Betul kata tokoh imajinatif Sherlock Holmes, “There are fifty who can reason synthetically for one who can reason analytically”

Kira-kira terjemahan bebas versi Felix Siauw “Ada 50 orang yang dapat membuat alasan, dan hanya satu yang berbuat beralasan”.

Kebanyakan dari kaum muslim tanpa sadar ternyata bukan berbuat karena mereka memiliki alasan (dalil) tetapi sebaliknya mereka mencari alasan atas perbuatannya. Coba kita analisis pola-nya:

Read More

Islamic Unity; Natural Consequences of Islamic Global Leadership

Islamic Unity; Natural Consequences of Islamic Global Leadership
 Banyak pertanyaan yang muncul setelah saya menjelaskan tentang khilafah dan syariah, dan termasuk dari FAQ adalah pertanyaan: “mungkinkah ummat Islam bersatu?!, padahal keadaan mereka tercerai berai seperti sekarang?” dan senada dengan itu pertanyaan yang lain: “Semua partai mengklaim dirinya paling benar, dan persatuan Islam tidak akan terjadi selama partai-partai belum bersatu, lalu kapankah kita akan bersatu?”
Read More

Blasts at J.W. Marriott and Ritz-Carlton Hotel: an Old Scenario by A New Director?

Jum’at 17 Juli 2009: Terjadi Ledakan di  Hotel J.W. Marriott dan Hotel Ritz-Carlton

Fakta:
1. Ledakan pertama kali terjadi di Hotel J.W. Marriott lalu di Hotel Ritz-Carlton, ledakan pertama terjadi pada pukul 07.40, ledakan kedua terjadi berselang 5-10 menit ledakan pertama.
2. Ledakan di Ritz-Carlton terjadi 2x dengan intensitas ledakan kedua lebih rendah dibanding yang pertama
3. Ledakan di Ritz-carlton terjadi di lantai 2 di sebuah restoran, sedangkan di J.W. Marriott ledakan terjadi di Loby Hotel
4. Polisi memastikan bila ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton akibat bom (09.54)
5. “Ini jenisnya hight explosive,” kata Menko Polkam Widodo AS di depan Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10:45)

Read More