Catatan Safar Ke Bumi Syam bersama SahabatAlAqsha.com

Catatan Safar Ke Bumi Syam bersama SahabatAlAqsha.com

Mohon maaf sepekan ini tak banyak menjumpai teman-teman di twitter dan Facebook dikarenakan ada undangan dari www.SahabatAlAqsha.com untuk rihlah bepergian bersama ulama-ulama. Tim Sahabat AlAqsha mengajak kami mengikat hati dengan yatim-yatim pengungsi Suriah, hasil kekejian luar biasa rezim pembunuh Bashar Asad dan pasukannya yang memerangi pengikut Allah dan Rasul-Nya. Selain itu dalam safar kali ini kami juga beruntung bisa bertamu dan menggali ilmu dengan “Rabithah Ulama Syam”, ikatan ulama-ulama di tanah Syam guna menyerap informasi dan nasihat dari ulama-ulama Syam.

Read More

Dan Akupun Masukkan.. Dalam Daftarmu!

Dan Akupun Masukkan.. Dalam Daftarmu!

Pagi ini saya membuka kembali literatur tahun 2008 berjudul “Mengenang 100 Tahun HAMKA” keluaran YPI Al-Azhar, air mata pun berlinang. Betapa pedulinya ulama pendahulu dan lantangnya suara mereka menerapkan syariah karena cintanya pada negeri dan ummat. Malu hati ini dan iri karena keberanian mereka, karena itulah mustahil membendung airmata.

Komitmen ulama terdahulu mengalahkan gentar dan takut menyuarakan yang benar itu benar dan memegangnya erat. Lalu kembali menengok dalam diri sendiri dan perjuangan ini, adakah menyamai mereka? atau paling tidak menjejaki bayang mereka? Adakah kemewahan dan kemudahan menenggelamkan pengorbanan, dan keberanian telah sirna karena fitnah, ancaman dan hinaan?

Itu ulama-ulama yang terlupakan, ajaran-ajaran mereka yang dipalingkan, hingga ummat hanya kenal nama namun tidak dakwahnya. Saya meniti jari sampai pada puisi HAMKA pada M. Natsir, ditulis 13/10/1957 usai pidato Natsir pada tahun yang sama

Read More

Lemah Lembut itu Kekuatan Nan Perkasa

Lemah Lembut itu Kekuatan Nan Perkasa

Kita perlu beristighfar atas kekurangan kita masing-masing, kelemahan diri kita dan kurangnya usaha dakwah kita hingga ummat Muhammad saw pada masa ini menghadapi berbagai masalah dalam berbagai rupa.

Zaman ini ummat Muslim dihajar habis-habisan oleh pemikiran kaum yang tidak suka dengan Islam, semisal terorisme, sekulerisme, pluralisme, demokrasi dan liberalisme. Dijangkiti pula oleh penyakit dari segi Harta, Tahta, Wanita. Ditambah pula dengan kaum remajanya yang dirusak oleh perang pemikiran (ghazwul fikri) dalam bentuk 3F; Food, Fun dan Fashion.

Seolah tidak cukup dengan keberadaan serangan dari luar ini, kaum Muslim menambah derita dan sengsara dengan melakukan permusuhan internal. Saling mencela dan memfitnah sudah jadi kontes tanpa akhir. Melaknat dan membuka aib laksanan rantai pembalasan dendam tanpa akhir, keduanya keras kepala dengan pembenaran “kami begitu karena anda begitu, kami berhenti bila anda berhenti” atau dengan slogan “pembalasan itu harus lebih kejam”.

Read More

Tolaklah Kejahatan dengan Yang Lebih Baik

Tolaklah Kejahatan dengan Yang Lebih Baik

Sering kesal karena anda adalah pejalan kaki dan penikmat angkot harian, lalu menemukan angkot langganan anda ngetem lama hingga mengganggu jadwal yang sudah anda usahakan ditepati? Atau anda pengguna kendaraan roda dua atau empat yang hampir celaka lalu lintas karena angkot tetiba berhenti didepan mata, parkir di dua lajur diantara tiga lajur jalan, atau mengambil-menurunkan penumpang ditengah marka?

Anda tidak sendiri, saya rasa jutaan orang berpendapat yang sama.

Read More

Liberalis di Balik RUU Kesetaraan Gender

Liberalis di Balik RUU Kesetaraan Gender

1. kaum liberalisme pny bnyk racun pemikiran untuk umat Muslim, yg paling sering diangkat adl pluralism, demokrasi, kesetaraan #gender dll

2. lihat aja daftar LSM yg dibiayai ford foundation, USAID, AUSAID, dll, semua isu yang diangkat adalah isu yang serupa

3. khusus akhir2 ini, isu kesetaraan #gender hendak diangkat menjadi UU, lewat RUU KKG (keadilan dan kesetraan gender)

Read More

Menguasai Keahlian dengan Pembiasaan (Habits)

Menguasai Keahlian dengan Pembiasaan (Habits)

“syriah n khilfh adl hrg mati, kwjbn n janji Allah, sbh institusi yg mjamin dtrapkanny hkm Allah, n mlanjutkn khdpn Islam!”

Jangan bingung, kami tidak salah ketik kok. Ini memang sebuah tes membaca.

Bila Anda bisa membacanya dengan baik dan mengerti artinya, itu artinya Anda adalah orang yang sudah terbiasa ber-SMS ria. Dan bila anda kesulitan membacanya, maka itu tanda bahwa mungkin Anda sudah berumur.

Read More