Posts made in March, 2014

Khilafah Yang Menyatukan, Khalifah Yang Melindungi

Khilafah Yang Menyatukan, Khalifah Yang Melindungi

Pernahkah kita membayangkan bahwa pada satu masa yang panjang, kaum Muslim di seluruh dunia pernah bersatu padu dalam satu ummat? Pada kenyataannya ummat Muslim memang pernah bersatu dalam kurun waktu sekitar 1300 tahun lamanya. Bermula dari kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw pada 622 M di Madinah dan berakhir pada Kekhilafahan Utsmaniyyah tahun 1924 M di Turki.

Terbayangkah kita bagaimana kekuatan ummat Muslim saat mereka bersatu? Allah limpahkan berkah pada mereka dan kebaikan dunia-akhirat, kekuatann yang tiada bandingannya dan kehormatan serta kemuliaan, disegani lawan dan disukai kawan. Dengan pemimpin yang satu, kepemimpinan yang satu, bendera yang satu | aturan yang satu, rasa yang satu, dan komando yang satu

Read More

Bukan Hanya Pemimpin Yang Amanah, Tapi Juga Sistem Kepemimpinan Yang Amanah

Bukan Hanya Pemimpin Yang Amanah,  Tapi Juga Sistem Kepemimpinan Yang Amanah

Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan wewenang kepada penguasa untuk menghilangkan sesuatu yang tidak bisa dihilangkan oleh Al Qur’anUtsman bin Affan

Islam berbeda dengan agama-agama yang lain yang pernah diturunkan oleh Allah Swt, karena Islam diturunkan sempurna dan menyeluruh, termasuk dalam hal megatur pemimpin dan sistem kepemimpinan.

Karena mengusung kesatuan kepemimpinan politik dan spiritual inilah maka Islam dapat tersebar dengan luasan yang fenomenal dalam tempo yang relatif singkat dibandingkan peradaban pendahulunya seperti Persia dan Romawi.

Karena itu pula Michael H. Hart dalam bukunya “The 100 – a Ranking of Most Influential People in History”, menilai Nabi Muhammad dengan kalimat “he was the only man in history who was supremely succesfull on both the religious and secular level“, dengan menuliskan dua alasan:

Read More

Dan Akupun Masukkan.. Dalam Daftarmu!

Dan Akupun Masukkan.. Dalam Daftarmu!

Pagi ini saya membuka kembali literatur tahun 2008 berjudul “Mengenang 100 Tahun HAMKA” keluaran YPI Al-Azhar, air mata pun berlinang. Betapa pedulinya ulama pendahulu dan lantangnya suara mereka menerapkan syariah karena cintanya pada negeri dan ummat. Malu hati ini dan iri karena keberanian mereka, karena itulah mustahil membendung airmata.

Komitmen ulama terdahulu mengalahkan gentar dan takut menyuarakan yang benar itu benar dan memegangnya erat. Lalu kembali menengok dalam diri sendiri dan perjuangan ini, adakah menyamai mereka? atau paling tidak menjejaki bayang mereka? Adakah kemewahan dan kemudahan menenggelamkan pengorbanan, dan keberanian telah sirna karena fitnah, ancaman dan hinaan?

Itu ulama-ulama yang terlupakan, ajaran-ajaran mereka yang dipalingkan, hingga ummat hanya kenal nama namun tidak dakwahnya. Saya meniti jari sampai pada puisi HAMKA pada M. Natsir, ditulis 13/10/1957 usai pidato Natsir pada tahun yang sama

Read More

Tangis Pramugari Yang Ingin Berhijab

Tangis Pramugari Yang Ingin Berhijab

Bulir-bulir airmata pramugari itu mengalir seiring kata-katanya yang terpatah-patah, “aku ingin berhijab tadz”, begitu katanya. Hari itu, tanggal 28 februari aku ada di lambung burung besi. Melompat dari satu kota ke kota yang lain, sebagaimana biasanya. Entah mengapa aku tak pernah nyaman berada kecuali di kursi lorong, enggan aku menengok jendela apalagi terjepit di tengah.

Dari tempat dudukku, 33H, yang artinya tengah pesawat, aku bebas memandangi isinya namun lebih tertarik pada buku yang baru kubeli. Tak lebih dari 3 hari kubaca, aku sudah sampai halaman 75. Waktu terbaik membaca memang saat terbang pikirku.

Read More