Harakah Itu Berarti Ukhuwah

Zaman sekarang memang zaman yang aneh, ada orang yang mengaku aktivis dakwah, teriak-teriak tentang Khilafah, pendirian negara yang berdasarkan syariat Allah, negara yang menerapkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, rindu dengan penerapan Islam secara kaaffah tapi subuh dia nggak hadir di Masjid, jarang puasa senin-kamis, tahajjudnya setahun bisa dihitung jari, dan baca Al-Qur’an juga malas, semua hal dikiritik olehnya, sampai-sampai seolah tidak ada kebaikan pada orang lain bila tidak berdakwah tentang Khilafah

Read More

Saat Masjid Jadi Jantung Peradaban

Saat Masjid Jadi Jantung Peradaban

Mari sejenak kita terbang ke abad ke-15, saat itu Eropa masih berada di penghujung abad gelap, yang mana sebagian besar masyarakatnya masih mempercayai takhayul dan cerita bohong. Saking percayanya, mereka sanggup membakar seorang wanita atau mengubur hidup-hidup seorang lelaki hanya karena dakwaan mereka “dirasuki setan”

Pada abad ke-15 tepatnya tahun 1470, berdiri sebuah Masjid megah di tengah kota Konstantinopel yang diganti namanya menjadi Islambul (sekarang Istanbul) oleh Muhammad Al-Fatih. Kelak Masjid ini akan dikunjungi pada tahun 1540 oleh Nicolas de Nicolay, geografer istana Raja Francis I, lalu ia berkomentar:

Read More

MacGyver dan Al-Fatih

MacGyver dan Al-Fatih

Sebagai anak yang lahir padah tahun 1980-an, saya nggak punya banyak pilihan dalam hiburan, internet belum masuk di kota Palembang hingga sekitar 1997-an, paling video VHS yang bisa disewa, itupun mahal dan nggak selalu ada, bisa dinikmati mungkin hanya oleh orang-orang kaya saja. Jadi pilihan satu-satunya yang paling hemat tentu TV, itupun kalau beruntung bisa lihat tetangga yang punya parabola

Sinetron belum sebanyak sekarang, kebanyakan acara di TV adalah seri luar negeri yang dialihbahasakan, ada juga yang langsung ditayangkan dalam bahasa aslinya dengan subtitle, dan tentu yang paling favorit diantaranya adalah MacGyver

Read More

Hizbut Tahrir Bagiku

Hizbut Tahrir Bagiku

“di lingkungan saya kerja, termasuk pesantren saya waktu SMA pada anti-HTI, pernah juga ada seminar HTI termasuk aliran sesat, saya jadi bingung, teman-teman pada bilang felix siauw kan HTI hati-hati lhoo… saya jadi lebih bingung”

barusan saya dapet itu di akun instagram, seringkali di facebook dan twitter juga banyak yang bernada begitu, hehe..

hehehe.. masyaAllah, yang nuduh dan yang dituduh mungkin sama-sama sudah biasa, tapi yang lainnya yang malah bingung hehe..

saya tertarik Islam mungkin tidak dengan cara yang biasa, pernah agnostik sejak SMP-SMA, benci agama walau tetep percaya Tuhan, yang jelas kejadian 9/11/2001 membuat pandangan saya pada Islam betul-betul negatif

Read More

Ustadz Kok Dagang?

Ustadz Kok Dagang?

“Ustadz kok dagang”
“Halah, ngaku agamis, ternyata jualan agama”

Komentar satir sinis dan serupa dengannya tentu sudah akrab di telinga kita, dan senantiasa muncul komentar yang sama pedasnya atau lebih dari itu di kolom komentar saat posting-posting tentang jualan kita temukan, dan tentu di postingan kali ini pun juga pasti akan ada komentar serupa hehehe..

Padahal, menafkahi keluarga dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah kewajiban mulia bagi lelaki, dan dalam hadits lain penghapus dosa yang tidak bisa dihapus dengan shalat dan puasa, juga sebagai sarana shadaqah bagi suami kepada istri, anak-anak, dan seluruh anggota keluarga

Read More

Tentang Selfie

Tentang Selfie

Dua pekan terakhir ini saya banyak sekali ditanya perihal selfie, bahasan yang menjadi trending topic di twitter, diliput beberapa media lokal dan internasional, dan akhirnya menempatkan saya seolah-olah yang paling bertanggung jawab atas urusan ini, karena mulainya bahasan ini dari kumpulan twit yang diambil dari akun pribadi saya @felixsiauw

Berikut kumpulan twit yang dimaksud

Read More

Khilafah Itu Tidak Ada Ikhtilaf

Khilafah Itu Tidak Ada Ikhtilaf

“Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan wewenang kepada penguasa untuk menghilangkan sesuatu yang  tidak bisa dihilangkan oleh Al Quran.” (Utsman bin Affan)

Menarik bila kita mencermati penulis barat Michael H. Hart dalam bukunya “The 100 – a Ranking of Most Influential People in History”. Dalam bukunya dia menilai Nabi Muhammad dengan kalimat “he was the only man in history who was supremely succesfull on both the religious and secular level”. Dan kita bisa meihat alasan mengapa ia menempatkan Nabi Muhammad saw. dalam urutan paling atas sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah walaupun dia jumlah ummat muslim bukanlah yang paling banyak di dunia. Hart menuliskan dua alasan:

Read More